Menghindari oli aspal (asli tp palsu), how?
Gimana cara kita mengetahui oli palsu ato bukan?
Apakah dari kemasan memang tidak terlihat bedanya?
O iya, kalau saya beli oli shell di:
- borma ato griya
- ace hardware
- toko helm terkenal
udah pasti dapet yg asli ga ya?
Karena d bdg ga ada spbu shell
------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kebetulan orang tua saya dulu pernah bekerja sebagai distributor oli.
Beda utama oli palsu dan asli paling signifikan adalah kekentalan dan bau.
(sedangkan warna oli itu gampang sekali dipalsu)
Cuman percuma juga kalo tau asli/tidaknya setelah dibuka kemasannya terus kita cek bau dan kekentalannya. Apalagi kalo si pembeli belum paham benar beda bau dan kekentalan oli palsu vs asli.
Kalo mau ngeceknya sebelum deal terbeli.
Susah, soalnya uang saja sekarang bisa dipalsu dengan sempurna. Apalagi cuma kemasan kaleng / botol plastik yang ditempeli sticker merk tertentu.
Biasanya kalo si pemalsu belum mahir, yang paling kentara adalah di sektor penyegelan botol dan tekstur tutup botolnya.
Kalo dipalsu, biasanya segel olinya (segel yang biasanya terbuat dari kertas aluminium) jelek, perekatannya tidak rapi, dan semisal mau ditusuk pake obeng untuk dilubangi, biasanya hasil lubangnya jelek (ini terkait kualitas kertas aluminium yang lebih rendah pula).
Tetap susah juga kan? soalnya masak kita mau mbuka segelnya pas mau beli? ya pasti disuruh beli tetap.
Yang paling susah diteksi tapi masih bisa buat jaga-jaga adalah tekstur tutup botol nya, biasanya segel titik (segel yang dibuka bisa bunyi "krek", kayak buka tutup botol air mineral) tidak rapi (terkesan jelek dan besar-besar). Lalu tutup botolnya sudah agak kusam, dsm.
Namun kalo ditinjau dari tutup botolnya tetap susah, soalnya pemalsu sekarang jauh lebih ahli. Apalagi kalo merknya pakai bungkus kaleng, mana bisa ditinjau keduanya tadi? (segel aluminium dan segel tutup botol)
Mangkanya di pertanyaan anda sebelumnya lebih baik kita pilih oli jangan cuma milih merk. Bahkan embel-embel spesifikasi SAE sekian angka sekian JASO sekian pun belum tentu menjamin asli.
Kalo saya sendiri, karena menentukan oli asli/palsu susah. Karena itu saya prefer oli yang pengemasannya unik atau bukan merk laku / terkenal.
Semisal Motul Ester 5100. Beda dengan oli motul varian yang lainnya, segelnya unik.
Tutup botolnya harus ditarik, otomatis segel titik terputus (bentuknya berubah jadi corong bebek) , kemudian dibuka tutupnya (diputar), kemudian ada segelnya lagi, berupa segel tarik pula.
So pasti saya jamin, susah malsuinnya.
+ karena saya cukup hafal bau-bau dan kekentalan oli. Begitu saya buka, saya cek lagi, bau dan saya raba pake tangan kekentalannya.
Bau setiap jenis dan merk oli itu khas, kekentalannya pun khas, jadi sebenarnya paling enak buat cek ya 2 variabel ini. Kalo tidak bisa, beralihlah ke penyegelan dan pengemasan (pilih yang penyegelannya unik semisal oli Federal, atau oli Motul Ester 5100), kalo masih susah ya pilih jangan yang merk laku/tenar/dsm.
Semakin laku, semakin dipalsu. Semakin tenar, semakin dipalsu pula.
Ok, setahu saya demikian, semoga membantu :)
Beda utama oli palsu dan asli paling signifikan adalah kekentalan dan bau.
(sedangkan warna oli itu gampang sekali dipalsu)
Cuman percuma juga kalo tau asli/tidaknya setelah dibuka kemasannya terus kita cek bau dan kekentalannya. Apalagi kalo si pembeli belum paham benar beda bau dan kekentalan oli palsu vs asli.
Kalo mau ngeceknya sebelum deal terbeli.
Susah, soalnya uang saja sekarang bisa dipalsu dengan sempurna. Apalagi cuma kemasan kaleng / botol plastik yang ditempeli sticker merk tertentu.
Biasanya kalo si pemalsu belum mahir, yang paling kentara adalah di sektor penyegelan botol dan tekstur tutup botolnya.
Kalo dipalsu, biasanya segel olinya (segel yang biasanya terbuat dari kertas aluminium) jelek, perekatannya tidak rapi, dan semisal mau ditusuk pake obeng untuk dilubangi, biasanya hasil lubangnya jelek (ini terkait kualitas kertas aluminium yang lebih rendah pula).
Tetap susah juga kan? soalnya masak kita mau mbuka segelnya pas mau beli? ya pasti disuruh beli tetap.
Yang paling susah diteksi tapi masih bisa buat jaga-jaga adalah tekstur tutup botol nya, biasanya segel titik (segel yang dibuka bisa bunyi "krek", kayak buka tutup botol air mineral) tidak rapi (terkesan jelek dan besar-besar). Lalu tutup botolnya sudah agak kusam, dsm.
Namun kalo ditinjau dari tutup botolnya tetap susah, soalnya pemalsu sekarang jauh lebih ahli. Apalagi kalo merknya pakai bungkus kaleng, mana bisa ditinjau keduanya tadi? (segel aluminium dan segel tutup botol)
Mangkanya di pertanyaan anda sebelumnya lebih baik kita pilih oli jangan cuma milih merk. Bahkan embel-embel spesifikasi SAE sekian angka sekian JASO sekian pun belum tentu menjamin asli.
Kalo saya sendiri, karena menentukan oli asli/palsu susah. Karena itu saya prefer oli yang pengemasannya unik atau bukan merk laku / terkenal.
Semisal Motul Ester 5100. Beda dengan oli motul varian yang lainnya, segelnya unik.
Tutup botolnya harus ditarik, otomatis segel titik terputus (bentuknya berubah jadi corong bebek) , kemudian dibuka tutupnya (diputar), kemudian ada segelnya lagi, berupa segel tarik pula.
So pasti saya jamin, susah malsuinnya.
+ karena saya cukup hafal bau-bau dan kekentalan oli. Begitu saya buka, saya cek lagi, bau dan saya raba pake tangan kekentalannya.
Bau setiap jenis dan merk oli itu khas, kekentalannya pun khas, jadi sebenarnya paling enak buat cek ya 2 variabel ini. Kalo tidak bisa, beralihlah ke penyegelan dan pengemasan (pilih yang penyegelannya unik semisal oli Federal, atau oli Motul Ester 5100), kalo masih susah ya pilih jangan yang merk laku/tenar/dsm.
Semakin laku, semakin dipalsu. Semakin tenar, semakin dipalsu pula.
Ok, setahu saya demikian, semoga membantu :)
materi referensi:
Pengalaman pribadi & segala media sumber informasi dari dunia otomotif
Thx alot b4
* 2 tahun lalu
* Lapor Penyalahgunaan
Rincian tambahan
Thx bwt yg udah jawab
Btw, memangnya ketiga tempat diatas msh belum terjamin ya?
Karena saya rasa tempatnya sudah sangat terkenal, kecuali yg toko helm tadi
BAGAI MANA DENGAN INI
Menurut saya oli yang paling mudah dikenali asli atau palsu adalah produk Pertamina, ditutup kemasan terdapat serangkaian kode dan kode ini harus sama persis baik dari angka/huruf dan ukuran huruf nya itu sendiri, meski oli ini paling rawan di palsu tetapi hampir setiap toko penjual oli atau apa pun yang terkait termasuk SPBU pasti menjual nya, saya pernah mendapatkan oli Pertamina palsu ini tanpa disadari dan baru tahu setelah tercium bau tidak wajar persis seperti dibilang Bro brs89, dan ketika memperhatikan tutup dan kemasan nya ternyata kode ini berbeda.
Sejak saat itu saya tidak pernah lagi membeli oli di luar SPBU kecuali pemilik toko oli nya saya kenal dan belum pernah lupa untuk merusak kemasan bekas dan tutup nya walau hanya dengan sebuah lubang kecil hasil saya tusuk dengan obeng.
Yup dua hal positif saya raih, selain menggunakan produk bangsa sendiri, kemasan yang rusak tentu mempengaruhi usaha monyet pemalsu oli ini.







No comments:
Post a Comment