Pages

Subscribe:
Showing posts with label Pantun Anak-anak. Show all posts
Showing posts with label Pantun Anak-anak. Show all posts

Monday, November 14, 2011

Pantun Bersuka Cita

Di mana padi takan luluh,
Padi basah tidak ditampi.
Dimana hati tidak rusuh,
Bunda hilang bapa berbini.

Dari padang ke tangsi cukup,
Automobil berbunyi rebut.
Hari petang pintu ditutup,
Dipanggil bunda tidak menyahut.

Diatur dengan duri pandan,
Gelombang besar membawanya.
Melihat ayah pergi bejalan,
entah’pabila kembalinya.

Dari petani pulang kepadang,
Membawa unggas bergombak bauk.
Pergi pagi pulang petang,
Membawa beras upah menumbuk.

Pantun Suka Cita

Berang diatas kota,
Cerana patah dipijak.
Jangan pula saya dikata,
Karna saya bukannya bijak.

Batang perempat saya runtuhkan,
Berangan di atas kota.
Seberang dapat saya pantunkan,
Jangan pula saya di ikat.

Apa sesal padanya tudung
Tudung saji terendak bantan.
Apal sesal padanya untung,
Sudah takdir pendapatan badan.

Asam jawa tumbuh dipagar,
Berbuah dalam musim penghujan.
Kalau tidak menaruh sabar,
Wallahu a’lam bagian badan.

Pantun Anak-anak

Cerana patah dipijak
Patah dipijak ‘ncik siti’
Saya ini bukannya bijak,
Tambahan tidak mengerti

Cina gemuk membuka kedai,
Menjual embeh dengan malu
Bertepuk adikku pandai,
Boleh diupah dengan susu

Cempedak diluar pagar,
Tarik galah tolong jolokkan
Saya budak baru belajar,
Kalau salah tolong tunjukan

Buah ara batang dibantu,
Mari dibantun dengan arang
Hai saudara dengarkan lah pantun,
Pantun tidak mengata orang
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner