Pages

Subscribe:
Showing posts with label JARINGAN KOMPUTER. Show all posts
Showing posts with label JARINGAN KOMPUTER. Show all posts

Wednesday, June 29, 2011

Membuat Teks Berjalan (Marquee)

Apa itu Marquee?

Marquee adalah teks berjalan dalam bahasa html. Kalo kita lihat marquee menurut semantik sepertinya ga ada hubungan dengan teks berjalan, tapi kalo diperhatikan lagi… mmmmh memang ga ada hubungannya ^_^ (sepertinya). Tapi kalo kita mau perhatikan lebih dalem, Marquee mempunyai arti “Tenda Besar,” atau “tempat berteduh seperti atap dimuka pintu masuk sebuah gedung” Mmmmh… apa hubungannya dengan marquee sebagai teks berjalan…? Setidaknya menurut saya memang ada, melalui “tenda” tersebut orang lalu lalang berjalan. :)

Berikut ini contoh-contoh sebagian kecil penggunaan marquee pada teks. Sengaja marquee-marquee di bawah ini saya beri title mulai marquee 1.0 sampai 3.0.3, tidak ada keistimewaan dari penamaan tersebut, hanya untuk memudahkan saya dalam memberi penjelasan. Plus tambahan saya sertakan kode html yang diperlukan, Anda tinggal mengganti teks yang ada dalam kode tersebut “Teks Anda”.



Marquee 1.0.1


Marquee adalah teks berjalan lho

Marquee 1.0.1 adalah pengembangan dari 1.0, keistimewaannya jika Anda
arahkan mouse pada teks tersebut maka dia akan istirahat dan berhenti dari perjalanannya yang panjang.


Tag Html

<marquee onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">Teks Anda</marquee>


Marquee 1.0.2


Marquee adalah teks berjalan lho

Marquee 1.0.2 jika Anda menggunakan teks Arabic yang dimulai dari kanan
ke kiri, maka Anda membutuhkan Marque ini yang berjalan sebaliknya; dari
kiri ke kanan, contoh dengan teks arabic:

مرقو ادلح تيكس برجالان


Tag Html

<marquee direction="right">Teks Anda</marquee>


Marquee 2.0


Marquee adalah teks berjalan lho

Marquee 2.0 Marquee ini tidak memiliki kemampuan magic seperti David Coperfield marquee sebelumnya yang bisa menembus ruang, Marquee 2.0 ini kerjaannya bolak-balik dari ruang kotak yang kasat mata. :)


Tag Html

<marquee behavior="alternate">Teks Anda</marquee>


Marquee 2.0.1

Marquee adalah teks berjalan lho

Marque 2.0.1 Pengembangan dari marquee sebelumnya, dengan pancingan scrollamount dia menjadi sangat agresif :)

Marquee adalah teks berjalan lho


Tag Html

<marquee behavior="alternate" scrollamount="18">Teks Anda</marquee>


Marquee 2.0.2

Marquee adalah teks berjalan lho

Marquee 2.0.2 Masih pengembangan dari Marquee 2.0 dengan sentuhan
on-mouse-over stop dan on-mouse-out start, seperti marquee 1.0.1 jika
Anda arahkan mouse pada teks maka dia akan berhenti.


Tag Html

<marquee behavior="alternate" onmouseover="this.stop()" onmouseout="this.start()">Teks Anda</marquee>


Marquee 3.0

Marquee adalah teks berjalan lho #1


Marquee adalah teks berjalan lho #2


Marquee adalah teks berjalan lho #3


Marquee adalah teks berjalan lho #4


Marquee adalah teks berjalan lho #5


Marquee adalah teks berjalan lho #6


Marquee adalah teks berjalan lho #7




Marquee 3.0 Dia adalah marquee climbing, marquee pendaki ini suka sekali
ketinggian, sehingga kita lihat arah teksnya pun ke atas (up) :) . Jika Anda memiliki teks yang banyak, maka marquee ini merupakan pilihan yg tepat dan sangat cocok sebagai teman pendamping hidup Anda.


Tag Html

<marquee direction="up">Teks Anda</marquee>


Marquee 3.0.1

Marquee adalah teks berjalan lho #1


Marquee adalah teks berjalan lho #2


Marquee adalah teks berjalan lho #3


Marquee adalah teks berjalan lho #4


Marquee adalah teks berjalan lho #5


Marquee adalah teks berjalan lho #6


Marquee adalah teks berjalan lho #7




Marquee 3.0.1 Pengembangan dari marquee sebelumnya yang tidak mempunyai
batas ruang, marquee ini kita batasi ruang kasatnya sehingga memliki
height 100 saja. Demikian dengan kemampuan scrollamountnya kita
perlambat. Dan kita kasih on mouse stop/start juga.


Tag Html

<marquee direction="up" onmouseover="this.stop()" width="100%" scrollamount="2" onmouseout="this.start()" height="100">Teks Anda</marquee>


Marquee 3.0.2

Marquee adalah teks berjalan lho #1


Marquee adalah teks berjalan lho #2


Marquee adalah teks berjalan lho #3


Marquee adalah teks berjalan lho #4


Marquee adalah teks berjalan lho #5


Marquee adalah teks berjalan lho #6


Marquee adalah teks berjalan lho #7




Marquee 3.0.2 Masih pengembangan dari marquee sebelumnya, hanya saja teks berada di tengah ruang kasat.

Tag Html


<marquee direction="up" width="100%" scrollamount="2" height="100" align="center">Teks Anda</marquee>


Marquee 3.0.3

Marquee adalah teks berjalan lho #7


Marquee adalah teks berjalan lho #6


Marquee adalah teks berjalan lho #5


Marquee adalah teks berjalan lho #4


Marquee adalah teks berjalan lho #3


Marquee adalah teks berjalan lho #2


Marquee adalah teks berjalan lho #1




Marquee 3.0.3 Pengembangan juga dengan arah berlawanan dari marquee
sebelumnya, marquee ini senang sekali berjalan menurun. Sehinggan teks
yang kita lihat berjalan dari atas ke bawah. Kemampuan scrollamountnya
tidak kita batasi sehingga terlihat agresif dengan ruang kasat yang
kecil. Silahkan Anda perlambat sendiri.


Tag Html



by : irwanpanarobost

Monday, May 2, 2011

VistaNET Network Management System




VistaNET adalah suite lengkap dari perangkat lunak untuk mengelola keluarga GE Lentronics dari
produk telekomunikasi, yang terdiri dari JungleMUX SONET dan T1 Multiplexers,
TN1U dan Multiplexers SDH TN1Ue.



VistaNET
Sistem Manajemen Jaringan

GE Multilins VistaNet adalah respon atas permintaan nasabah meningkat untuk NMS lebih fleksibel. Hal ini dapat ditetapkan sebagai standalone atau client-server LAN / solusi WAN, yang memungkinkan manajemen jaringan terpusat atau terdistribusi.

Administrasi, keamanan dan kehandalan

Nama pengguna individu, password dan hak istimewa dengan masa kadaluarsa otomatis dikendalikan oleh administrator sistem.

Rute redundant NMS akses ke segmen jaringan Multiplexer Lentronics dapat disediakan melalui beberapa node, sehingga keandalan ditingkatkan.

Jaringan topologi dan ukuran

VistaNET mendukung topologi jaringan segmen linier dan cincin. Dari pandangan sistem tunggal, beberapa segmen jaringan saling berhubungan dan diskrit dapat dikelola.

Jaringan ukuran mulai dari beberapa node dalam ring tunggal, untuk ratusan node yang terkandung dalam banyak cincin dapat dipantau dan dikendalikan secara efisien.

VistaNET Komponen

# VistaNET Lokal Akses (VLA) adalah biaya-rendah, solusi ideal NMS dasar untuk jaringan kecil
# VistaNET Network Interface (VNI) adalah NMS menawarkan standar, menyediakan konfigurasi jauh dan pemantauan jaringan Lentronics Multiplexer
# VistaNET Komunikasi Serial Port Ekspansi adalah Hak Pakai (RTU) lisensi yang ditawarkan untuk komunikasi setiap hak istimewa serial tambahan port koneksi VNI. Lisensi ini diperlukan bila redundancy lebih lanjut, atau segmen jaringan baru ditambahkan ke sistem
# VistaNET Server Aplikasi (VSA) memberikan contoh RTU lisensi tunggal untuk gateway server VistaNET untuk berjalan di sebuah, Windows 2008 2000, NT atau XP PC atau komputer server LAN
# VistaNET Server Paket (VSP) adalah server gateway aplikasi yang mendukung TCP / IP akses Ethernet NMS, berjalan pada komputer yang tertanam dalam versi IP dari unit pelayanan Lentronics (IPSU)
# VistaNET SNMP Agen (VSNMP) meningkatkan layanan VistaNET dengan fungsi SNMP. Ketika diaktifkan, sesi VistaNET mengubah alarm VistaNET ke dalam perangkap SNMP (ver1.0 dan / atau 2.0) dan ke depan ke daftar yang ditentukan oleh pengguna manajer SNMP (melalui UDP / IP). Agen mendukung Dapatkan perintah alarm aktif dan dibersihkan
# Alternatif Lalu Lintas Routing (ATR) memberikan lisensi RTU, memungkinkan penciptaan dan aktivasi lalu lintas utama dan cadangan routing skema di transceiver optik Lentronics tertentu un



Jaringan Visibilitas

# Jaringan Visibilitas Lengkap peer-to-peer solusi NMS untuk jaringan Lentronics Multiplexer
# Mudah diakses melalui kecepatan tinggi perusahaan LAN / WAN dan tradisional dial-up sistem


Manajemen Terpusat

# Sentralisasi pengelolaan kedua jaringan berdekatan dan non-contiguous
# Mendukung ratusan node

Mudah Aksesibilitas

# layar intuitif industri berbasis menu, standar
# Beroperasi pada standar (R) platform Microsoft Windows (Windows 2008 Server, 2000, XP atau NT)
# Memberikan informasi pemantauan lengkap dan mengendalikan konfigurasi untuk sistem Multiplexer Lentronics

Spesifikasi

Vista istaNET Networketworketwork Interface nterfacenterface (VNI)Standar
Standar menawarkan NMS
Remote konfigurasi dan pemantauan cincin, node dan unit
Menyediakan komunikasi serial dua hak koneksi port dari PC atau laptop ke segmen jaringan
VistaNET Lokal Akses (VLA) RTU Termasuk lisensi
Menyediakan untuk VNI klien

Vista NET Local Access (VLA)
Hemat, menawarkan NMS dasar untuk jaringan kecil
Lokal konfigurasi dan pemecahan masalah unit
Remote monitoring cincin, node dan unit
RTU lisensi per node
Menyediakan koneksi dua serial port komunikasi hak istimewa dari PC atau laptop ke segmen jaringan dan unit lokal
Termasuk dengan lisensi RTU VNI

Vista NET Upgrade from JNCI/TNCI

Izin untuk melakukan upgrade dari warisan JNCI / TNCI untuk VistaNET

Vista NET Server Application (VSA)
Menciptakan client-server TCP / IP lingkungan Ethernet NMS untuk segmen jaringan
Menyediakan server gateway fungsionalitas dari PC atau LAN komputer server, ketika NMS komunikasi serial port koneksi ke segmen jaringan tidak diperlukan
Menyediakan satu komunikasi serial port koneksi hak istimewa untuk segmen jaringan dan sampai tiga TCP / IP hak koneksi Ethernet untuk klien VNI
Single contoh dari VSA diperlukan untuk setiap koneksi port komunikasi serial ke satu segmen jaringan
RTU lisensi per instance dari VSA
Setiap contoh VSA mendukung hingga 50 node

VNI Serial Comm unication Port Expansion

RTU lisensi untuk komunikasi satu fasilitas tambahan serial port koneksi VNI ke satu segmen jaringan

VISTANET CLIENT SEAT (VCS) Expansion
Sistem lisensi lebar RTU
TCP / IP hak istimewa koneksi Ethernet ke gateway server untuk tambahan 3 klien VNI


Alternate Traffic Routing
Lisensi untuk memungkinkan gambar konfigurasi kedua dalam satuan optik tertentu
Memungkinkan untuk darurat re-routing lalu lintas

SNMP Support Package for IPSU
Memberikan UDP / IP Ethernet koneksi NMS dari jaringan (download) segmen ke Manager SNMP pihak ketiga
VSP server gateway fungsionalitas tertanam dalam IPSU
Menyediakan sampai tiga TCP / IP untuk koneksi hak klien VNI
IPSU Paket
IPSU perangkat lunak modul untuk SNMP Fungsi
Mengubah VistaNET alarm ke dalam perangkap SNMP untuk meneruskan ke daftar user-ditetapkan manajer SNMP

VSP (Vista NET Server Package ) for IPSU
Menciptakan client-server TCP / IP Ethernet lingkungan NMS (download) untuk segmen jaringan
IPSU perangkat lunak modul untuk fungsi VistaNET
VSP server gateway fungsionalitas tertanam dalam IPSU
Menyediakan sampai 3 TCP / IP untuk koneksi hak klien VNI

Vista NET SNMP Agent (VSNMP)
Modul Software menambahkan fungsi SNMP
Mengubah VistaNET alarm ke dalam perangkap SNMP
Ke depan perangkap ke daftar user-ditetapkan manajer SNMP
Mendukung
Dapatkan perintah alarm aktif dan dibersihkan






Untuk lebih jelasnya irwanpanarobost menyarankan untuk kunjungi situs di bawa ini

http://www.gedigitalenergy.com/Communications/catalog/VistaNET.asp
www.gedigitalenergy.com/products/brochures/vistanet.pdf

Remote login

Remote login adalah salah satu layanan internet yang memungkinkan seorang pengguna internet untuk mengakses (login) ke sebuah remote host dalam lingkungan jaringan internet.dengan memanfaatkan remote login, seorang user dapat mengoperasikan sebuah host dari jarak jauh tanpa harus secara fisik berhadapan dengan host. Dari sana, user dapat melakukan pemeliharaan / maintenance, menjalankan sebuah program, atau bahkan menginstall program baru di remote host.

Penggunaan

Penggunaan remote login umumnya digunakan oleh administrator dalam suatu jaringan. Dengan adanya layanan remote login, seorang administrator sistem jaringan dapat terus memegang kendali atas masing- masing komputer di dalam jaringan, tanpa harus mengaksesnya secara fisik. Layanan remote login juga memungkinkan seorang administrator menjaga stabilitas dan menyingkirkan bahaya dari luar di dalam suatu sistem jaringan.

Protokol


Protokol yang umum digunakan untuk keperluan remote Login adalah TelNet (Telecommunication network) yang berjalan pada port 23. Namun Remote login melalui TelNet memiliki risiko keamanan karena data yang dikirimkan berbentuk plain text (tidak dienkripsi). Sehingga seseorang (termasuk para cracker)yang menangkap paket pada jaringan (sniffing) dapat mengumpulkan informasi-informasi mengenai host tersebut dan remote host, termasuk username dan password. Untuk menanggulanginya, maka dikembangkan protokol SSH (secure shell) untuk menggantikan TelNet. Berbeda dengan TelNet, SSH bekerja pada port 22 dan data yang dikirimkan sudah dienkripsi.

Referensi

Edhi Sutanta.PENGANTAR TEKNOLOGI INFORMASI.penerbit Graha Ilmu, 2005
http://id.wikipedia.org/wiki/Remote_login

Thursday, April 28, 2011

Facemoods - Cara Menambah Emoticon di Chat Facebook









1. Login ke Facebook anda.
(o'iya ini hanya khusus bagi pengguna Firefox, so bagi yang belum menggunakan firefox silahkan download dulu di http://www.mozilla.com)












2. Instal Add-ons Facemood di http://facemoods.com/firefox, dengan cara Klik Add to Firefox kemudian pilih Allow.
3. Kemudian klik Install Now.







4. Restart Firefox Anda









Selesai.

Atau anda bisa juga menggunakan cara yang kedua, ini seperti menggunakan add-ons seperti biasa:

1. Klik menu Tools pada Firefox anda, kemudian klik Add-ons.

2. Setelah muncul kotak Add-ons, lakukan pencarian Facemoods di kotak pencari Add-ons.

3. Setelah ketemu, klik Add to firefox.

4. Kemudian lakukan seperti pada no.3 dan 4 pada cara yang pertama di atas.

5. Nah, kalau sudah selesai, berarti anda sekarang sudah bisa menikmati dan menggunakan emoticon baru anda.
cat: Ini hanya akan berfungsi jika teman Anda juga menggunakan Mozilla Firefox dengan Facemood yang terinstal juga pastinya

Monday, April 25, 2011

Sistem Penamaan Domain

NS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.

DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.

Sejarah singkat DNS

Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke zaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada - sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.

Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.

Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.

Teori bekerja DNS

Para Pemain Inti
Para Pemain Inti

Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:

* DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
* recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;

dan ...

* authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)

Pengertian beberapa bagian dari nama domain

Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.

* Label paling kanan menyatakan top-level domain - domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
* Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: "subdomain" menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada praktiknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host - lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktik, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
* Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain www.wikipedia.org memiliki nama host "www".

DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-"bawah"-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).

Sebuah contoh dari teori rekursif DNS
Sebuah contoh mungkin dapat memperjelas proses ini. Andaikan ada aplikasi yang memerlukan pencarian alamat IP dari www.wikipedia.org. Aplikasi tersebut bertanya ke DNS recursor lokal.

* Sebelum dimulai, recursor harus mengetahui dimana dapat menemukan root nameserver; administrator dari recursive DNS server secara manual mengatur (dan melakukan update secara berkala) sebuah file dengan nama root hints zone (panduan akar DNS) yang menyatakan alamat-alamt IP dari para server tersebut.
* Proses dimulai oleh recursor yang bertanya kepada para root server tersebut - misalkan: server dengan alamat IP "198.41.0.4" - pertanyaan "apakah alamat IP dari www.wikipedia.org?"
* Root server menjawab dengan sebuah delegasi, arti kasarnya: "Saya tidak tahu alamat IP dari www.wikipedia.org, tapi saya "tahu" bahwa server DNS di 204.74.112.1 memiliki informasi tentang domain org."
* Recursor DNS lokal kemudian bertanya kepada server DNS (yaitu: 204.74.112.1) pertanyaan yang sama seperti yang diberikan kepada root server. "apa alamat IP dari www.wikipedia.org?". (umumnya) akan didapatkan jawaban yang sejenis, "saya tidak tahu alamat dari www.wikipedia.org, tapi saya "tahu" bahwa server 207.142.131.234 memiliki informasi dari domain wikipedia.org."
* Akhirnya, pertanyaan beralih kepada server DNS ketiga (207.142.131.234), yang menjawab dengan alamat IP yang dibutuhkan.

Proses ini menggunakan pencarian rekursif (recursion / recursive searching).
[sunting] Pengertian pendaftaran domain dan glue records

Membaca contoh diatas, Anda mungkin bertanya: "bagaimana caranya DNS server 204.74.112.1 tahu alamat IP mana yang diberikan untuk domain wikipedia.org?" Pada awal proses, kita mencatat bahwa sebuah DNS recursor memiliki alamat IP dari para root server yang (kurang-lebih) didata secara explisit (hard coded). Mirip dengan hal tersebut, server nama (name server) yang otoritatif untuk top-level domain mengalami perubahan yang jarang.

Namun, server nama yang memberikan jawaban otorisatif bagi nama domain yang umum mengalami perubahan yang cukup sering. Sebagai bagian dari proses pendaftaran sebuah nama domain (dan beberapa waktu sesudahnya), pendaftar memberikan pendaftaran dengan server nama yang akan mengotorisasikan nama domain tersebut; maka ketika mendaftar wikipedia.org, domain tersebut terhubung dengan server nama gunther.bomis.com dan zwinger.wikipedia.org di pendaftar .org. Kemudian, dari contoh di atas, ketika server dikenali sebagai 204.74.112.1 menerima sebuah permintaan, DNS server memindai daftar domain yang ada, mencari wikipedia.org, dan mengembalikan server nama yang terhubung dengan domain tersebut.

Biasanya, server nama muncul berdasarkan urutan nama, selain berdasarkan alamat IP. Hal ini menimbulkan string lain dari permintaan DNS untuk menyelesaikan nama dari server nama; ketika sebuah alamat IP dari server nama mendapatkan sebuah pendaftaran di zona induk, para programmer jaringan komputer menamakannya sebuah glue record (daftar lekat???)

DNS dalam praktik
Ketika sebuah aplikasi (misalkan web broswer), hendak mencari alamat IP dari sebuah nama domain, aplikasi tersebut tidak harus mengikuti seluruh langkah yang disebutkan dalam teori diatas. Kita akan melihat dulu konsep caching, lalu mengertikan operasi DNS di "dunia nyata"

Caching dan masa hidup (caching and time to live)
Karena jumlah permintaan yang besar dari sistem seperti DNS, perancang DNS menginginkan penyediaan mekanisme yang bisa mengurangi beban dari masing-masing server DNS. Rencana mekanisnya menyarankan bahwa ketika sebuah DNS resolver (klien) menerima sebuah jawaban DNS, informasi tersebut akan di cache untuk jangka waktu tertentu. Sebuah nilai (yang di-set oleh administrator dari server DNS yang memberikan jawaban) menyebutnya sebagai time to live (masa hidup), atau TTL yang mendefinisikan periode tersebut. Saat jawaban masuk ke dalam cache, resolver akan mengacu kepada jawaban yang disimpan di cache tersebut; hanya ketika TTL usai (atau saat administrator mengosongkan jawaban dari memori resolver secara manual) maka resolver menghubungi server DNS untuk informasi yang sama.

Waktu propagasi (propagation time)
Satu akibat penting dari arsitektur tersebar dan cache adalah perubahan kepada suatu DNS tidak selalu efektif secara langsung dalam skala besar/global. Contoh berikut mungkin akan menjelaskannya: Jika seorang administrator telah mengatur TTL selama 6 jam untuk host www.wikipedia.org, kemudian mengganti alamat IP dari www.wikipedia.org pada pk 12:01, administrator harus mempertimbangkan bahwa ada (paling tidak) satu individu yang menyimpan cache jawaban dengan nilai lama pada pk 12:00 yang tidak akan menghubungi server DNS sampai dengan pk 18:00. Periode antara pk 12:00 dan pk 18:00 dalam contoh ini disebut sebagai waktu propagasi (propagation time), yang bisa didefiniskan sebagai periode waktu yang berawal antara saat terjadi perubahan dari data DNS, dan berakhir sesudah waktu maksimum yang telah ditentukan oleh TTL berlalu. Ini akan mengarahkan kepada pertimbangan logis yang penting ketika membuat perubahan kepada DNS: tidak semua akan melihat hal yang sama seperti yang Anda lihat. RFC1537 dapat membantu penjelasan ini.

DNS di dunia nyata
Di dunia nyata, user tidak berhadapan langsung dengan DNS resolver - mereka berhadapan dengan program seperti web brower (Mozilla Firefox, Safari, Opera, Internet Explorer, Netscape, Konqueror dan lain-lain dan klien mail (Outlook Express, Mozilla Thunderbird dan lain-lain). Ketika user melakukan aktivitas yang meminta pencarian DNS (umumnya, nyaris semua aktivitas yang menggunakan Internet), program tersebut mengirimkan permintaan ke DNS Resolver yang ada di dalam sistem operasi.

DNS resolver akan selalu memiliki cache (lihat diatas) yang memiliki isi pencarian terakhir. Jika cache dapat memberikan jawaban kepada permintaan DNS, resolver akan menggunakan nilai yang ada di dalam cache kepada program yang memerlukan. Kalau cache tidak memiliki jawabannya, resolver akan mengirimkan permintaan ke server DNS tertentu. Untuk kebanyakan pengguna di rumah, Internet Service Provider(ISP) yang menghubungkan komputer tersebut biasanya akan menyediakan server DNS: pengguna tersebut akan mendata alamat server secara manual atau menggunakan DHCP untuk melakukan pendataan tersebut. Jika administrator sistem telah mengkonfigurasi sistem untuk menggunakan server DNS mereka sendiri, DNS resolver umumnya akan mengacu ke server nama mereka. Server nama ini akan mengikuti proses yang disebutkan di Teori DNS, baik mereka menemukan jawabannya maupun tidak. Hasil pencarian akan diberikan kepada DNS resolver; diasumsikan telah ditemukan jawaban, resolver akan menyimpan hasilnya di cache untuk penggunaan berikutnya, dan memberikan hasilnya kepada software yang meminta pencarian DNS tersebut.

Sebagai bagian akhir dari kerumitan ini, beberapa aplikasi seperti web browser juga memiliki DNS cache mereka sendiri, tujuannya adalah untuk mengurangi penggunaan referensi DNS resolver, yang akan meningkatkan kesulitan untuk melakukan debug DNS, yang menimbulkan kerancuan data yang lebih akurat. Cache seperti ini umumnya memiliki masa yang singkat dalam hitungan 1 menit.

Penerapan DNS lainnya
Sistem yang dijabarkan diatas memberikan skenario yang disederhanakan. DNS meliputi beberapa fungsi lainnya:

* Nama host dan alamat IP tidak berarti terhubung secara satu-banding-satu. Banyak nama host yang diwakili melalui alamat IP tunggal: gabungan dengan pengasuhan maya (virtual hosting), hal ini memungkinkan satu komputer untuk malayani beberapa situs web. Selain itu, sebuah nama host dapat mewakili beberapa alamat IP: ini akan membantu toleransi kesalahan (fault tolerance dan penyebaran beban (load distribution), juga membantu suatu situs berpindah dari satu lokasi fisik ke lokasi fisik lainnya secara mudah.
* Ada cukup banyak kegunaan DNS selain menerjemahkan nama ke alamat IP. Contoh:, agen pemindahan surat Mail transfer agents(MTA) menggunakan DNS untuk mencari tujuan pengiriman E-mail untuk alamat tertentu. Domain yang menginformasikan pemetaan exchange disediakan melalui rekod MX (MX record) yang meningkatkan lapisan tambahan untuk toleransi kesalahan dan penyebaran beban selain dari fungsi pemetaan nama ke alamat IP.
* Kerangka Peraturan Pengiriman (Sender Policy Framework) secara kontroversi menggunakan keuntungan jenis rekod DNS, dikenal sebagai rekod TXT.
* Menyediakan keluwesan untuk kegagalan komputer, beberapa server DNS memberikan perlindungan untuk setiap domain. Tepatnya, tigabelas server akar (root servers) digunakan oleh seluruh dunia. Program DNS maupun sistem operasi memiliki alamat IP dari seluruh server ini. Amerika Serikat memiliki, secara angka, semua kecuali tiga dari server akar tersebut. Namun, dikarenakan banyak server akar menerapkan anycast, yang memungkinkan beberapa komputer yang berbeda dapat berbagi alamat IP yang sama untuk mengirimkan satu jenis services melalui area geografis yang luas, banyak server yang secara fisik (bukan sekedar angka) terletak di luar Amerika Serikat.

DNS menggunanakn TCP dan UDP di port komputer 53 untuk melayani permintaan DNS. Nyaris semua permintaan DNS berisi permintaan UDP tunggal dari klien yang dikuti oleh jawaban UDP tunggal dari server. Umumnya TCP ikut terlibat hanya ketika ukuran data jawaban melebihi 512 byte, atau untuk pertukaaran zona DNS zone transfer
[sunting] Jenis-jenis catatan DNS

Beberapa kelompok penting dari data yang disimpan di dalam DNS adalah sebagai berikut:

* A record atau catatan alamat memetakan sebuah nama host ke alamat IP 32-bit (untuk IPv4).
* AAAA record atau catatan alamat IPv6 memetakan sebuah nama host ke alamat IP 128-bit (untuk IPv6).
* CNAME record atau catatan nama kanonik membuat alias untuk nama domain. Domain yang di-alias-kan memiliki seluruh subdomain dan rekod DNS seperti aslinya.
* [MX record]]' atau catatan pertukaran surat memetakan sebuah nama domain ke dalam daftar mail exchange server untuk domain tersebut.
* PTR record atau catatan penunjuk memetakan sebuah nama host ke nama kanonik untuk host tersebut. Pembuatan rekod PTR untuk sebuah nama host di dalam domain in-addr.arpa yang mewakili sebuah alamat IP menerapkan pencarian balik DNS (reverse DNS lookup) untuk alamat tersebut. Contohnya (saat penulisan / penerjemahan artikel ini), www.icann.net memiliki alamat IP 192.0.34.164, tetapi sebuah rekod PTR memetakan ,,164.34.0.192.in-addr.arpa ke nama kanoniknya: referrals.icann.org.
* NS record atau catatan server nama memetakan sebuah nama domain ke dalam satu daftar dari server DNS untuk domain tersebut. Pewakilan bergantung kepada rekod NS.
* SOA record atau catatan otoritas awal (Start of Authority) mengacu server DNS yang mengediakan otorisasi informasi tentang sebuah domain Internet.
* SRV record adalah catatan lokasi secara umum.
* Catatan TXT mengijinkan administrator untuk memasukan data acak ke dalam catatan DNS; catatan ini juga digunakan di spesifikasi Sender Policy Framework.

Jenis catatan lainnya semata-mata untuk penyediaan informasi (contohnya, catatan LOC memberikan letak lokasi fisik dari sebuah host, atau data ujicoba (misalkan, catatan WKS memberikan sebuah daftar dari server yang memberikan servis yang dikenal (well-known service) seperti HTTP atau POP3 untuk sebuah domain.

Nama domain yang diinternasionalkan
Nama domain harus menggunakan satu sub-kumpulan dari karakter ASCII, hal ini mencegah beberapa bahasa untuk menggunakan nama maupun kata lokal mereka. ICANN telah menyetujui Punycode yang berbasiskan sistem IDNA, yang memetakan string Unicode ke karakter set yang valid untuk DNS, sebagai bentuk penyelesaian untuk masalah ini, dan beberapa registries sudah mengadopsi metode IDNS ini.

Perangkat lunak DNS
Beberapa jenis perangakat lunak DNS menerapkan metode DNS, beberapa diantaranya:

* BIND (Berkeley Internet Name Domain)
* djbdns (Daniel J. Bernstein's DNS)
* MaraDNS
* QIP (Lucent Technologies)
* NSD (Name Server Daemon)
* PowerDNS
* Microsoft DNS (untuk edisi server dari Windows 2000 dan Windows 2003)

Utiliti berorientasi DNS termasuk:

* dig (the domain information groper)


Pengguna legal dari domain
Pendaftar (registrant)
Tidak satupun individu di dunia yang "memiliki" nama domain kecuali Network Information Centre (NIC), atau pendaftar nama domain (domain name registry). Sebagian besar dari NIC di dunia menerima biaya tahunan dari para pengguna legal dengan tujuan bagi si pengguna legal menggunakan nama domain tersebut. Jadi sejenis perjanjian sewa-menyewa terjadi, bergantung kepada syarat dan ketentuan pendaftar. Bergantung kepada beberpa peraturan penamaan dari para pendaftar, pengguna legal dikenal sebagai "pendaftar" (registrants) atau sebagai "pemegang domain" (domain holders)

ICANN memegang daftar lengkap untuk pendaftar domain di seluruh dunia. Siapapun dapat menemukan pengguna legal dari sebuah domain dengan mencari melalui basis data WHOIS yang disimpan oleh beberpa pendaftar domain.

Di (lebih kurang) 240 country code top-level domains (ccTLDs), pendaftar domain memegang sebuah acuan WHOIS (pendaftar dan nama server). Contohnya, IDNIC, NIC Indonesia, memegang informasi otorisatif WHOIS untuk nama domain .ID.

Namun, beberapa pendaftar domain, seperti VeriSign, menggunakan model pendaftar-pengguna. Untuk nama domain .COM dan .NET, pendaftar domain, VeriSign memegang informasi dasar WHOIS )pemegang domain dan server nama). Siapapun dapat mencari detil WHOIS (Pemegang domain, server nama, tanggal berlaku, dan lain sebagainya) melalui pendaftar.

Sejak sekitar 2001, kebanyakan pendaftar gTLD (.ORG, .BIZ, .INFO) telah mengadopsi metode penfatar "tebal", menyimpan otoritatif WHOIS di beberapa pendaftar dan bukan pendaftar itu saja.

Kontak Administratif (Administrative Contact)
Satu pemegang domain biasanya menunjuk kontak administratif untuk menangani nama domain. Fungsi manajemen didelegasikan ke kontak administratif yang mencakup (diantaranya):

* keharusan untuk mengikuti syarat dari pendaftar domain dengan tujuan memiliki hak untuk menggunakan nama domain
* otorisasi untuk melakukan update ke alamat fisik, alamat email dan nomor telepon dan lain sebagainya via WHOIS

Kontak Teknis (Technical Contact)
Satu kontak teknis menangani server nama dari sebuah nama domain. Beberapa dari banyak fungsi kontak teknis termasuk:

* memastikan bahwa konfigurasi dari nama domain mengikuti syarat dari pendaftar domain
* update zona domain
* menyediakan fungsi 24x7 untuk ke server nama (yang membuat nama domain bisa diakses)


Kontak Pembayaran (Billing Contact)
Tidak perlu dijelaskan, pihak ini adalah yang menerima tagihan dari NIC.

Server Nama (Name Servers)
Disebut sebagai server nama otoritatif yang mengasuh zona nama domain dari sebuah nama domain.
Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner