Pages

Subscribe:

Friday, April 1, 2011

asala usul bahasa alay


asal usul bahasa 4L4Y !!! ga masup nyesel 7 turunan

•Siapa sih yang pertama kali menciptakan bahasa alay ?
•Jadi, yang bisa dibilang bahasa alay itu yang seperti apa?
•Kenapa ya mereka suka pakai bahasa alay ?


Siapa sih yang pertama kali menciptakan bahasa alay ?




Ada banyak versi tentang bagaimana pertama kali kemunculan bahasa ini. Walaupun satu versi dengan versi yang lainnya tidak terlalu saling terkait, tapi bila semuanya digabungkan, akan masuk akal kalo kita katakan sebagai penyebab munculnya bahasa alay. Coba deh kamu baca ini !
bahasa alay berasal dari bahasa sms yang disingkat-singkat
penulisan sms dengan tombol capslock yang mudah
mengetik sms dengan lebih cepat
adanya kamus singkatan gaul
pengaruh dari ejaan lama
terpengaruh pengucapan dalam bahasa inggris

Versi 1 : bahasa alay berasal dari bahasa sms yang disingkat-singkat
Masih inget kan, dulu pernah ada operator yang menghitung biaya sms berdasarkan jumlah karakternya ? Nah, hal ini memunculkan berbagai kreativitas masyarakat Indonesia untuk menulis sms sesingkat mungkin. Biasalah, prinsip ekonomi : dengan pengorbanan tertentu bisa dapet keuntungan sebesar-besarnya hehehe. Tapi, lama kelamaan, singkatan-singkatan itu mengalami evolusi dan modifikasi di sana-sini. Seperti ini : aku – ak – aq – q – quw – quwh, dan lain-lain.
Versi 2 : penulisan sms dengan tombol capslock yang mudah
Beberapa orang bilang, penulisan bahasa alay dengan huruf besar kecil disebabkan boomingnya salah satu handphone dari Finlandia sekitar awal tahun 2000-an yang mempunyai tombol capslock yang mudah digunakan. Jadi kaum abg bisa dengan gampang membuat gaya tulisan sEpeRTi iNi daN meNuLarKannYa paDa oRanG LaiN.

Versi 3 : mengetik sms dengan lebih cepat
Masih seputar penulisan huruf besar kecil. Sebelum hape qwerty banyak menjamur seperti sekarang, bentuk keypad hape terdiri dari tiga huruf dalam satu keypad (abc, def,dst). Perlu menunggu sesaat untuk mengetik dua huruf dalam satu keypad. Contohnya gini, kata “baru”. Antara huruf b dengan a memerlukan waktu sesaat biar hurufnya nggak dobel, karena itulah banyak orang menggunakan tombol capslock untuk mempercepat pengetikan.
Sama halnya dengan, kata “nonton”, n dan o berada dalam satu keypad, sehingga untuk mempercepat, huruf o biasanya diganti dengan angka 0.
Versi 4 : adanya kamus singkatan gaul
Versi ini masih terkait dengan versi 1. Ada provider yang mengkamapanyekan penghematan karakter karena tarif sms ditentukan dari berapa banyak karakter yang digunakan, bahkan provider tersebut juga membuat layanan penyingkatan kata. Provider lain pun nggak mau kalah. Provider ini menerbitkan kamus singkatan gaul walaupun sistem tarifnya ditentukan dari berapa kali sms dikirim. Tujuan provider ini adalah agar penggunanya bisa dengan cepat mengetik pesan dengan singkatan-singkatan yang berpatokan pada kamus tersebut.
Versi 5: pengaruh dari ejaan lama
Sekarang masih banyak orang yang namanya dieja dengan ejaan lama, seperti Soekarno, Widjaja, Tjandra, dan lain-lain. Kebanyakan dari mereka memang lahir di zaman saat bahasa Indonesia belum direvisi. Jadi memang wajar, nama mereka tetep pakai ejaan lama. Namun, terkadang kaum remaja menangkapnya dari sisi yang berbeda. Mereka menganggap nama ini kedengarannya unik. Sehingga banyak dari mereka yang mengubah namanya di jejaring sosial dengan ejaan lama, contohnya : ayoe koesoemawati. Lama kelamaan bukan cuma nama yang diubah, tapi juga semua kata.
Versi 6 :terpengaruh pengucapan dalam bahasa inggris
Jadi, yang digunakan adalah kata berbahasa Inggris, tapi dieja sesuai dengan pengucapan yang terdengar dengan gaya bahasa Indonesia. Contohnya: good luck menjadi gudlak, honey menjadi hundh, someone menjadi sumone, Rani menjadi Raniey, dan lain-lain.

Itulah beberapa versi yang bisa menjelaskan munculnya bahasa alay pertama kali. Walaupun setiap versi nggak dibuat dengan maksud membuat sebuah bahasa baru, namun lama kelamaan hal ini berkembang dan menjadi sebuah trend seperti yang bisa kita lihat di jejaring sosial atau di sms sekarang ini.



back to top




Jadi, yang bisa dibilang bahasa alay itu yang seperti apa ?


Hmm, sebenernya nggak ada kategori khusus buat bahasa alay. Kami berusaha mendefinisikannya sendiri, tentu dengan bantuan dari temen-temen remaja Indonesia lainnya. Berdasarkan yang bisa kita lihat di jejaring sosial, ini dia beberapa ciri-ciri alay yang bisa ditemukan :

Pemakaian singkatan yang berlebihan, atau tidak lazim.
Adanya tambahan huruf yang sebenernya nggak perlu sama sekali. Contohnya aja penulisan kata "aku" dibuat menjadi "aquwh". Waduh, malah jadi panjang banget ya.
Ini dia yang sebenernya cukup memakan waktu, huruf besar-kecil yang tidak sesuai pada tempatnya. Temen-temen kita ini seperti punya kesabaran aja buat menghabiskan waktu ya.
Pemakaian tanda baca yang tidak sesuai dengan konteks kalimat. Contohnya aja niatnya mau bikin titik-titik, jadinya malah koma-komaaaaaa. Atau, peletakan titik di awal kalimat. Wah, wah, aturan EYD (ejaan yang disempurnakan) nya siapa tuh.
Mengeja kata yang, sebenarnya bukan bahasa Indonesia, malah seperti bikin kosakata baru. Contohnya aja kata "sakit" dibuat menjadi "atit" atau "cakidh", kata "bingung" dibuat menjadi "binundh".
Mengubah huruf menjadi angka. Mungkin maksudnya biar agak kayak teka-teki gitu ya...
Membuat kalimat pakai bahasa Inggris yang seperti "diindonesiakan". Contohnya, "okeey, gudlak vo u, i luph u, beib"
Berpura-pura cadel biar terlihat imut, lucu, menggemaskan. Contohnya seperti "tyus, cekarank udh cymbuh ckidhnyaa ??" Kami juga tidak tau kenapa.
back to top




Kenapa ya mereka suka pakai bahasa alay ?
Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Kami coba minta seorang psikolog untuk berbagi tentang masalah ini pada kami. Sekarang, giliran kami yang bagikan ini buat temen-temen.
Ada banyak alasan untuk menjawab pertanyaan ini. Kami coba minta seorang psikolog untuk berbagi tentang masalah ini pada kami. Sekarang, giliran kami yang bagikan ini buat temen-temen.

Alasan yang paling menonjol yang bisa ditemukan adalah karena banyaknya remaja yang ingin “eksis”. Bahasa alay pernah dianggap sebagai bahasa gaul karena dianggap berbeda dengan ejaan biasa yang mungkin dianggap basi. Ketika itu hanya ada sebagian kecil remaja yang pakai bahasa alay, tapi lalu dianggap keren. Wah, jadi gak gaul deh kalo smsan sama temen masih pakai bahasa yang biasa-biasa aja. Meluaslah bahasa ‘gaul’ ini.
Semua itu dilatarbelakangi oleh keinginan para remaja buat eksis, hlo. Yaa istilahnya supaya mereka dianggap sama lingkungan atau kelompok sekitarnya. Ada remaja yang merasa cupu dan sulit bergaul misalnya. Lalu dia berusaha masuk ke kalangan teman-temannya dengan banyak cara, salah satunya dengan bahasa ‘gaul’ tadi.

Banyak juga remaja yang menganggap bahasa alay ini adalah suatu bentuk kreativitas bahasa dan penulisan. Tulisan jadi lebih menarik dan tidak membosankan. Sms dan chatting pun rasanya jadi lebih menyenangkan karena bisa bikin tulisan yang aneh-aneh. Wow.

Alasan lainnya sangat sederhana, cuma ikut-ikutan temen. Seperti yang kita tau, temen dan lingkungan itu sedikit banyak bisa membentuk karakter kita, iya, kan ? Contohnya kayak gini, kita sering smsan sama temen yang pakai bahasa alay, kita jadi ketularan deh hehehe. Malahan, ada hlo temen kita yang nggak sadar kalo ternyata selama ini dia pakai bahasa alay. Alasannya ya karena cuma terpengaruh temen, lucu, kan ?

Itulah beberapa alasan kenapa banyak remaja yang suka pakai bahasa ini. Lantas, sebaiknya kita berpendapat bagaimana ya ? ayo coba kita buka di bagian “berpikir beda”



for bonus

No comments:

Post a Comment

Get Paid To Promote, Get Paid To Popup, Get Paid Display Banner